Selasa, 05 Mei 2015

TIPS SAAT BERBELANJA DI PASAR MODERN

Saat ini, pasar modern sangat mudah kita temukan. Apalagi di Jakarta.
Saya juga sering belanja di pasar modern, terutama untuk beberapa kebutuhan bulanan seperti shampoo, sabun mandi dan beberapa barang lainnya yang lebih mudah di dapat di pasar modern. Untuk sayur dan buah ataupun daging, saya prefer untuk membelinya di pasar tradisional.
Yang perlu diperhatikan saat belanja di pasar modern adalah harga. Acapkali, saya menemukan harga yang dipajang di rak tidak sama dengan harga saat di meja kasir. Sebagai contoh, harga produk A di rak barang adalah Rp 12.000,00. Harga ini lebih murah sekitar Rp. 10.000,00 jika saya bandingkan dengan membeli produk yang sama di tempat yang berbeda. Akan tetapi, betapa terkejutnya saya ketika melihat struk pembayaran, harganya adalah Rp. 21.000,00.
Bukan masalah besar kecilnya perbedaan harga, akan tetapi ketidakjujuran pengelola pasar dalam memberikan harga. Sehingga kita yang awalnya tidak terlalu ingin membeli barang tersebut, jadi ingin membeli karena harganya yang memang jauh lebih murah dari tempat lain.
Tentu tidak semua pasar modern bermasalah dalam pemberian harga, masih ada juga kok pasar modern yang jujur.

Untuk itu, berikut ini beberapa tips dari saya saat berbelanja di pasar modern:
  1. Tips pertama dan yang paling aman adalah, tanyakan kepada kasir atau petugas terdekat tentang kebenaran harga suatu barang yang tidak seperti biasanya. Misal barang yang biasanya harganya Rp. 50.000,00 akan tetapi di rak harganya Rp. 30.000,00. Tentu menjadi sebuah tanda tanya besar di pikiran kita.
  2. Tips yang ke dua, lihat harga barang saat kasir mengecek belanjaan kita. Di beberapa pasar modern, saat kasir mengecek belanjaan kita, maka nama barang dan juga harganya akan muncul di layar. Jangan ragu untuk bertanya apabila harga yang terpampang di layar tidak sesuai dengan harga di rak barang. Atau jangan ragu untuk membatalkan pembelian jika harganya tidak masuk akal.
  3. Foto harga di rak barang. Karena dari pengalaman teman saya, dia pernah membeli produk harganya misal Rp. 20.000. Saat di kasir harganya menjadi Rp. 25.000,00. Otomatis dia mencak-mencak. Si kasir nantangin teman saya untuk melihat langsung ke rak barang. Tadaaaa, harganya jadi Rp. 25.000,00. Otomatis dia kalah argumen. Untuk itu, jika memang ada harga barang yang sekiranya mencurigakan, jangan ragu untuk memotretnya. Apabila di kasir harganya beda, anda bisa berargumen dengan bukti yang sudah anda miliki.
Dengan tips-tips di atas, bukan berarti harga saat di kasir bisa berubah. Tips ini hanya bertujuan agar Anda tidak tertipu oleh trik yang dilakukan oleh beberapa oknum. Selanjutnya, terserah Anda untuk tetap membeli barang tersebut atau membatalkannya.
Sekian tips dari saya, semoga bermanfaat.

Note:
Jangan lupa berbelanja di pasar tradisional. Karena untuk sayur mayur, daging dan juga buah, pasar tradisional lebih murah harganya.
Dan jangan lupa bahagia. Setiap orang ber hak untuk bahagia.

Senin, 04 Mei 2015

SELAMAT CHELSEA!!!



Sebelumnya, saya bukanlah The True Blue atau Chelsea Fans. Jadi mohon maaf apabila ada kata yang salah dari postingan saya kali ini.
Akhir pekan kemarin, Chelsea memastikan gelar juara mereka yang ke-5 setelah mengalahkan Crystal Palace di Stamford Bridge. Gol semata wayang dicetak oleh pemain muda berbakat, Hazard, di menit ke-14.
Penampilan Chelsea musim ini sangat menakjubkan. Dari 35 laga yang dimainkan, Chelsea mampu menang 28 kali, seri 8 kali dan hanya kalah 2 kali.
Selamat kepada Chelsea. Keep The Blue Flag Flying High.

Selasa, 28 April 2015

BERINVESTASI DENGAN TRAVELLING



Investasi biasanya identik dengan emas, saham, reksadana ataupun properti. Atau mungkin masih ada jenis investasi lain yang belum saya ketahui, bisa dicantumkan di kolom komentar.
Kebanyakan orang tak akan setuju jika ada yang menyebut travelling adalah sebuah jenis investasi. Karena dengan travelling, uang kita akan berkurang. Meskipun kita sudah melakukan penghematan saat ber-travelling, tetap saja kita akan mengeluarkan uang. Beda lagi kalau kegiatan travelling kita didanai oleh sponsor tertentu. Atau memang profesi kita mengharuskan travelling agar kita memperoleh pendapatan.
Dan saya pun sepakat. Lha piye tho, ngentekne dhuwit kok malah disebut investasi. Lak gemblung banget.
Tapi semua pemikiran itu berubah setelah bincang ringan dengan teman saya.
Menurutnya, travelling juga sebuah investasi. Investasi kenangan dan pengalaman di masa depan.
Karena dengan travelling, kita akan mengunjungi tempat baru. Dan kita akan bertemu dengan orang-orang baru. Yang kemungkinan sangat berbeda budaya dan bahasa dengan kita. Sehingga akan menambah wawasan kita.
Dan dengan travelling, kita akan menjadi lebih dekat dengan sang Pencipta. Dan akan lebih banyak bersyukur atas kenikmatan yang kita peroleh selama ini.
Tentu saja akan banyak kenangan dan pengalaman saat melakukan travelling. Inilah yang akan menjadi cerita jika kita tua kelak. Dimana yang bisa kita lakukan hanya duduk. Sambil ditemani pasangan hidup kita. Tentunya kita tak mau jika yang kita bicarakan hanya tentang banjir, harga-harga yang terus naik ataupun kisruhnya panggung politik. Itu tidak baik untuk kesehata kita di hari tua.
Mari kita isi memori kita tentang indahnya alam ini. Sisihkan sebagian pendapatan kalian untuk investasi kenangan dan pengalaman di masa depan.

NB:
  1. Jangan lupa beribadah meskipun saat melakukan travelling. Karena inti travelling adalah mendekatkan diri kita dengan sang Pencipta,bukan sebaliknya.
  2. Membaca Al-Quran dan terjemahannya lebih baik dari pada membaca blog ini.