Tampilkan postingan dengan label Makanan Tradisional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makanan Tradisional. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2016

Mencicipi Makanan Khas Sidoarjo: MUJAIR ASAP

Mujair Asap

Bingung mau bawa oleh-oleh dari Sidoarjo? Mungkin, menu ini bisa jadi alternatif selain oleh-oleh kerupuk udang yang sudah sangat mainstream. Ya, mungkin kalian bisa mencoba mujair asap.

Belum banyak yang tahu jika bahwa Mujair Asap adalah salah satu makanan khas Sidoarjo. Padahal, Mujair Asap memiliki rasa yang khas apabila dibandingkan dengan ikan mujair yang tidak di-asap-i. Ada sekikit rasa pedas dan gurih, karena ketika di-asap-i, diberi semacam bumbu oles.

Salah satu keunggulan menu ini adalah tidak cepat basi. Karena konon katanya, makanan yang di-asap-i jadi lebih awet dan tidak gampang busuk.

Untuk harga, jangan khawatir. Mujair Asap dibanderol cukup ramah di kantong. Hal ini karena budidayanya yang lebih mudah dibandingkan jenis ikan tawar lainnya. Sehigga harganya cukup murah. Harga satu kilogram nya sekitar Rp. 7.000 - 10.000 dengan jumlah ikan sekitar 5-6 biji. Bagaimana, murah kan?

Setelah menperoleh Mujair Asap, mau diapakan? Yang paling gampang adalah digoreng, Setelah itu dipadukan dengan sambal yang pedas. Bisa sambal tomat ataupun sambal terasi. Tentunya akan sanagt menggoyang lidah kita.

Atau mungkin, kalian bisa mencoba Mujair Asap bumbu panceng. Rasanya seperti bumbu ayam bakar. Tentunya tak kalah enak dengan Mujair Asap yang langsung digoreng tadi.

Oiya, sebelum digoreng atau dimasak yang lain, ada baiknya Mujair Asap dikukus dulu. Agar dagingnya lebih lembut.


Tertarik mencicipi Mujair Asap? Ayo datang ke Sidoarjo :)

Senin, 16 Mei 2016

Resep Keluarga Penggoyang Lidah: Sambel Tempe

Sambel Tempe Penggoyang Lidah
Dulu, saya sering menggerutu kalau diminta untuk membantu menyelesaikan pekerjaan di dapur. “Lha wong cah lanang kok dikongkon ngewangi masak (Cowok kok disuruh bantu masak),” gerutu saya. Meski pada akhirnya saya lakukan.

Beberapa tahun berlalu.

Hingga saat akhirnya saya hijrah ke Jakarta dan menyewa rumah kontrakan bersama teman-teman saya. Barulah hikmah sering membantu di dapur saya rasakan. Saya jadi tidak kagok ketika harus memasak sendiri demi menghemat uang jajan. Terima kasih Nek untuk ilmu nya.

Skill utama saya adalah membuat sambal. Meskipun belum bisa dikatakan enak, tetapi setidaknya sambal buatan saya selalu habis. Mungkin teman-teman saya yang giras. Entah

Salah satu sambal andalan saya adalah sambal tempe. Bahan dasarnya adalah cabai rawit, cabai merah, bawang putih dan tentunya tempe.

Cara membuatnya sangatlah mudah. Pertama kita goreng tempenya. Sambil menunggu tempe matang, kita haluskan cabai rawit, cabai merah dan bawang putih ditambah garam serta gula secukupnya. Tentang banyaknya cabai tergantung selera. Mau pedas? Ya tinggal tambahin lomboknya. Mau nikah? Ya harus ada pasangannya, ehh.

Setelah halus, tambahkan sedikit minyak panas. Lalu masukkan tempe yang sudah matang. Haluskan. Dan hasilnya seperti ini. This is it

This is it
Tertarik? Lets try this at home :)

Senin, 25 Januari 2016

Gethuk: Makanan Tradisional Yang Mulai Tergerus Zaman

Gethuk asale soko telo. Moto ngantuk iku tandane opo. 
Ala-ala gethuk asale soko telo. Yen kepetuk ati rasane lego

Gethuk Telo
Gethuk adalah makanan tradisional yang bahan utamanya adalah ketela. Bisa ketela pohon atau ketela rambat.

Sekarang ini, makanan tradisional seperti gethuk dan teman-temannya, sering dianggap ketinggalan jaman. Dan juga kuno. Tetapi tidak bagi saya. Bagi saya, gethuk adalah makanan yang sangat memorable (bener ga sih nulisnya). Rasa dan kenangaannya akan selalu melekat di ingatan.