Kamis, 07 November 2019

Meningkatkan Efisiensi dengan Cogeneration System

­
Source: https://centraxgt.com/about-us/what-is-cogeneration/
Cogeneration system adalah suatu sistem yang bisa menghasilkan listrik dan panas secara bersamaan. Cogeneration system juga dikenal dengan nama Combine Heat and Power (CHP) System.
Bagaimana Cogeneration/CHP bisa meningkatkan efisiensi? Jawabnnya adalah sebagai berikut.
Seperti kita ketahui, proses pembangkitan listrik dengan Gas Turbine menggunakan bahan bakar gas ataupun minyak merupakan suatu proses yang kurang efisien. Karena dari 100% bahan bakar yang digunakan, 30% nya akan menjadi energi listrik. Dan sisanya akan menjadi energi panas yang dikeluarkan melalui exhaust.
Dengan CHP system, energi panas dari exhaust Gas Turbine diolah dan dimanfaatkan sehingga bisa digunakan untuk mengenerate uap. Uap tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan proses ataupun bisa juga digunakan sebagai penggerak turbine uap sehingga menghasilkan tambahan listrik.
CHP System sangat efektif untuk diterapkan pada industri-industri yang membutuhkan energi listrik dan juga energi panas. Seperti pada industri kimia, tekstil, kertas dan juga industri makanan. Dan apabila kebutuhan uap yang diperlukan lebih besar dari produksi uap yang dihasilkan oleh CHP, maka bisa ditambahkan auxilary boiler untuk menyediakan kebutuhan uap tambahan.
Ditinjau dari segi biaya, CHP akan jauh lebih murah jika dibandingkan dengan memproduksi listrik dan juga steam secara sendiri-sendiri. Misal, ada sebuah pabrik kimia yang membutuhkan listrik 2 MW dan juga steam 1 ton/jam.
Apabila kebutuhan listrik disuplai dari sambungan PLN, maka kita hanya mendapatkan listrik saja. Sedangkan kebutuhan steam, kita harus menambah boiler. Sehingga ada biaya tambahan. Selain itu, kehandalan listrik PLN juga masih perlu dipertimbangkan.
Apabila kita menggunakan CHP, maka kita bisa memperoleh energi listrik dan juga tambahan steam secara cuma-cuma. Karena, rule of thumb steam yang bisa digenerate dari gas buang pembangkit 1 MW sekitar 0,6 ton. Tergantung dari jenis pembangkitnya. Selain itu, kehandalan sistem energi listrik lebih terjamin.
Saat ini, DPS mengembangkan bisnis di bidang cogeneration system. Adapun yang bisa dilakukan oleh DPS terkait kemungkinan kerja sama di bidang cogeneration system adalah mulai dari pendanaan, pengadaan barang, pemasangan hingga pengoperasian system tersebut.

Rabu, 11 Juli 2018

Tips Segera Diberikan Keturunan

Beberapa hari yang lalu asyik ngobrol bahas tentang kehamilan. Berbagi cerita dengan teman yang baru saja mendapat kabar bahwa istrinya hamil. Jadi teringat beberapa tahun kebelakang ketika sudah setahun lebih, tetapi belum juga dititipi amanah seorang anak. Darikeluarga dan teman ada yang bertanya, ada juga yang memberikan saran.
Berangkat dari hal tersebut, saya tergugah untuk memberikan tips dan kisi-kisi agar segera hamil berdasarkan pengalaman pribadi. Jadi, kalau dibuat film, dia awal-awal bakal muncul scene yang ada tulisannya: based on true story. Hwehehe
Baiklah, berikut ini tipsnya:
1.   Berhubungan Badan
Kalian sudah paham kan? Kalau belum, mungkin bisa membaca buku yang berjudul “Kado Pernikahan Terindah” karangan Dr Akram Ridha. Dijelaskan tahapan-tahapannya secara lengkap dan juga doa-doa yang relevan dengan aktifitas yang dilakukan. Oiya, penjelasannya ngga ada gambarnya yha. Biar kalian ngga kecewa kalau sudah beli bukunya, ter. Hwehehe

2.   Hidup sehat
Tips yang kedua yaitu memperbaiki pola hidup. Bagi kalian pasangan yang sedang berusaha memperoleh keturunan, sangat disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat. Yha yang awalnya ngerokok, coba sedikit demi sedikit dikurangi. Yang biasanya makan indomie pake nasi, yha mungkin bisa ditambahi sayur dan telor. Ehh
Selain itu, coba ditambahi olah raga ringan. Yang sekiranya bisa membuat badan menjadi lebih segar. Kalo badan segar khan bisa khusuk bikin calon dede bayinya. Hwehehe

3.   Konsumsi Toge
Toge dipercaya bisa meningkatkan kesuburan. Hal ini karena toge mengandung vitamin dan juga zat yang sangat baik bagi tubuh. Sehingga jika dikonsumsi secara rutin, bisa meningkatkan kesuburan. Tetapi jangan terlalu banyak. Karena yang keterlaluan itu ngga baik. Pacar aca bisa diputusin karena terlalu baik. Yha kan?

4.   Konsumsi Wortel dan Tomat
Biasanya, wortel dan tomat tersebut direbus sebentar oleh istri saya sebelum nantinya dijadikan jus. Kami mengkonsumsinya di pagi hari, siang hari dan juga malam hari. Bahkan kalau saya ke kantor, dibekali dengan jus tersebut kira-kira satu botol volume 700 ml.

5.   Berdoa
Yha sekeras apapun usaha kita, sebaiknya selalu diiringi dengan doa. Memohon kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Agar segera diberikan keturunan. Kalaupun sudah berdoa tapi belum dikabulkan, jangan berkecil hati. Allah pasti punya rencana yang baik

6.   Bahagia
Terakhir, kalian harus bahagia. Tujuan menikah kan tidak hanya sekedar memperoleh keturunan. Ada tujuan besar lain di dalam pernikahan.
Selain itu, bukankan telah sampai sebuah kabar gembira, kalau sesorang menikah dan tidak dikarunia anak di dunia, di surga dia akan mengandungnya, menyusuinya dan tumbuh besar dalam sekejap sebagaimana dia menginginkannya. Apakah kabar ini kurang membahagiakan?

Terakhir (padahal tadi sudah ada yang terakhir) kita harus sadar bahwa memiliki keturunan bukanlah suatu hal yang patut diperlombakan. Tak perlu membading-bandingkan antara satu pasangan dengan pasangan yang lain. dan jangan baperan kalau ditanya kapan punya anak. Jawab saja, rejeki (punya anak), jodoh dan mati itu kuasa Allah. Nanti aku tanya dulu ke Allah ya pas tahajjud, kalau Allah sudah kasih jawabannya ke aku, pasti aku kasih tahu kamu. Kalau belum yha besoknya aku tanya lagi. Pokoknya, kalo aku sudah dikasih jawabannya, aku bakal kasih tahu ke kamu. Pasti deh tuh orang diem. Hweheheh
Atau, kamu masih ditanya kapan nikah?

Selasa, 21 November 2017

Antara “Ayo Ambil Mainannya” Dengan “Ayo Kita Ambil Mainannya”

Beberapa hari yang lalu, saya sedang bermain dengan anak saya. Dia sedang asyik bermain mobil-mobilan.

“Beem beeemm beeemmm,” ucapnya mengikuti suara yang saya ajarkan. Harusnya breem breemm breemmm. Hingga entah di brem brem brem keberapa, mobilnya meluncur beberapa meter dari tempatnya bermain.

“Aaaaaak,” teriaknya ke arah saya.

Sebagai ayah yang baik, saya merespon balik,”Ayo Nak diambil mainannya.” Saya ucapkan dengan intonasi yang lembut dan penuh kasih sayang. Berharap dia akan mengambil mainannya sendiri.

Tapi tak disangka-sangka, respon yang keluar dari bibir mungilnya adalah,”Ambik, ambik,” ucapnya sambil menirukan saya. Sambl tangannya menunjuk mainannya.

Lalu saya ulangi dengan lebih lembut,”Ayo sayang, diambil mainannya.”

Responya masih sama,”Ambik, ambik, ambik.”

Istri saya hanya mesam-mesem. Lalu saya menggaruk-garuk kepala yang kebetulan gatal.

“Nggak gitu Mas. Kalo mau anaknya melakukan sesuatu, ya dikasih contoh. Jangan cuma disuruh saja. Tapi nggak dikasih tahu caranya.”

Jleb. Saya yang baru tahu hanya manthuk-manthuk saja.

“Ayo Nak kita ambil mainannya,” ajak saya sambil mbrangkang menuju mainannya.

Awalnya dia tidak merespon. Lalu saya ulangi, tetapi dengan wajah yang lebih excited.

Dan akhirnya dia ikut mbrangkang juga. Lalu kami berlomba mbrangkang menuju mainannya.

Dari situ saya belajar, bahwa contoh yang nyata akan lebih efektif dari sebuah ucapan.

Karena akan terlihat konyol ketika anak dilarang main HP, tapi ortunya main HP sambil leyeh-leyeh.

Akan terlihat ganjil pula ketika nyuruh anak tidur, tapi ortunya nggak ada yang tidur.


Ngerti???

Ngana Ngerti???

Selasa, 07 November 2017

1 m3 LNG setara dengan 600 m3 Natural Gas, Benarkah?

Saya ingatkan terlebih dahulu kalau postingan kali ini agak berat. Tapi akan saya coba kemas serigan mungkin.

Sebelumnya, saya sangat yakin kalau 1 m3 LNG setara dengan 600 m3 gas. Tapi kemudian keyakinan itu perlahan luntur ketika saya kenal dengan software HYSYS. 

Wheladalah, ternyata LNG dengan komposisi tertentu, jika dikonversi menjadi gas akan memiliki volume yang berbeda-beda. Ga percaya? mari kita coba simulasikan. Sebagai contoh, kita akan menggunakan data dari LNG Tangguh. Spesifikasinya adalah sebagai berikut:

Komposisi Gas LNG Tangguh
Oke, mari kita coba simulasikan menggunakan HYSYS. Pertama-tama adalah buka software HYSYS. Kalau belumpunya, bisa install terlebih dahulu.Ayo ngopi bareng kalau mau filementahannya. Hehehe

Pilih pada tab fluid package. Tampilannya akan berubah menjadi seperti ini.
Fluid Package
Kemudian pilih Peng-Robinson. Lalu close. 

Setelah memilih fluid-package, kita akan memasukkan component. Klik pada tab component, maka akan muncul tampilan sebagai berikut.

Memasukkan component
Pilih HYSYS Databank, kemudia Add. Setelah itu masukkan semua komponen yang ada di property LNG.
Comonent yang dimasukkan sesuai komposisi gas
Setelah semua komponen dimasukkan. Pilih tab enter simulation. Voila, akan muncul tampilan seperti berikut ini.

Tampilan setelah enter simulation
Setelah itu, masukkan material stream dan adjust. Panah yang berwarna biru dan juga symbol A yang terdapat case (Main).

Untuk material stream, kita akan masukkan komposisi gas.

Komposisi Gas
Klik tab composition, lalu isikan nilai-nilai yang sudah ada tadi. Lalu klik Normalize kemudian OK.

Tampilan setelah di Normalize
Setelah itu, masukkan kondisinya. Seperti temperature, pressure dan juga jumlah alirannya.

Memasukkan temperature, pressure dan volume flow

Kalu sudah berganti warna hijau, berarti stream tersebut sudah oke. 

Mari kita berlanjut ke Adjust. Fungsi Adjust ini seperti goal seek pada Microsoft Excel. Yaitu kita merubah variable terntentu, untuk mendapatkan nilai tertentu. Kurang lebih seperti itu.

Oke, agar Adjust bisa berfungsi, dia memerlukan variable yang di adjust dan juga variable yang menjadi target. Misal dalam hal ini variable yang di Adjust adalah pressure, dan yang menjadi target adalah Actual Flow.

Langkahnya adalah sebagai berikut.

Adjut Variable


Target Variable

Start

Setelah itu, klik Start. Untuk mengecek apakah input yang kita lakukan tadi sudah sesuai atau belum, maka klik properties. akan nampak seperti tampilan berikut ini.


Actual Volume flow
Dari properties, terlihat bahwa Actual volume flow nilainya adalah 0,6945 m3/hr. Padahal nilainya harusnya adalah 1 m3/hr. Oke, tak usah panik. Kita usahakan agar nilainya menjadi seperti yang kita inginkan.

Dari properties tersebut, diketahui bahwa mass density nilainya 440,1 kg/m3. Seperti kita ketahui, bahwa mass density adalah hasil dari massa dibagi dengan volume. Sehingga untuk mendapatkan volume 1 m3, berapa massa yang dibutuhkan?

Semoga kalian menjawab 440,1 kg. 

Oke langkah selanjutanya, kita mengganti conditon yang awalnya kita masukkan 1 m3/hr. Kita hapus terlebih dahulu.


Menghapus input flow
Lalu kita masukkan nilai 440,1 kg/hr pada kolom Mass Flow.


Nilai Mass Flow
Setelah itu, cek pada properties. Dan nilainya akan menjadi? Yak benar... Actual volume flownya 1 m3/hr.

Klik Properties
Lalu, berapa nilai 1 m3 LNG dengan komposisi gas di atas? Jawabannya adalah berikut.


1 m3 LNG setara dengan 588,3 Nm3 Gas
1 m3 LNG (untuk komposisi LNG Tangguh) adalah 588,3 Nm3 Gas.

Sebetulnya, kalau ga mau repot-repot bisa juga melihat laporan yang dikeluarkan oleh gii_gnl tiap tahunnya di sini. 


Ada perbedaan dari laoran dan juga simulasi yang sudah kita lakukan tadi. Hal ini mungkin karena komposisi gas yang digunakan adalah rerata 1 tahun. Sedangkan komposisi gas yang saya dapat diambil pada saat satu kali pengukuran.

Apabila ada yang salah, ya mohon dibetulkan. Ada yang bingung, silahkan tanya di kolom komentar. Atau bisa langsung japri saya di sini.

Sekian, ilmu yang dapat saya bagi. Semoga bermanfaat.